Oleh: jokobudisantoso | Agustus 16, 2008

MENGOPTIMALKAN RESULT CONTROL DI BAPPEDA

TUGAS MATA KULIAH SISTEM MANAJEMEN PENGENDALIAN (SPM)

MENGOPTIMALKAN RESULT CONTROL DI BAPPEDA

KABUPATEN BANYUMAS

DOSEN : Drs. AGUNG PRAPTAPA, MBA

OLEH

JOKO BUDI SANTOSO (NIM : P2 CC 07102  / 2007)

 

 

Pendahuluan.

Manajemen Pengendalian merupakan bagian dari suatu manajemen yang lebih bersifat operasional. Sebagai cabang ilmu manajemen yang mempelajari manajemen operasional, maka suadah barang tentu membutuhkan suatu system/metode yang tepat sesuai dengan cakupan operasional unit-unit organisasi bisnis dan skala unit/besaran yang menjadi tanggung jawab seorang manager. Dengan system pengendalian manajemen yang baik maka akan dapat dicapai ifisiensi dan efektifitas suatu rencana dan program-prgram yang telah direncanakan. Untuk mencapaai suatu tujuan/goals dari suatu organisasi maka diperlukan suatu system Pengendalian Manajemen yang baik. Sistem Pengendalian yang baik adalah yang  memiliki sifat-sifat: realistis, jelas, terukur, dan bersifat dapat memperbaiki system dari seluruh unit-unit organisasi agar tercapai ifisiensi dan efektifitas.

Sehingga dalam suatu organisasi untuk mengukur kemampuan unit-unit/bagian atau organisasi induk berhasil atau tdak sangat dipengaruhi oleh penerapan sistem pengendalian yang dipakai.

Management Control adalah proses meyakinkan bahwa sumberdaya manusia, benda dan teknologi dialokasikan sedemikian rupa dalam rangka mencapai tujuan menyeluruh dari organisasi,  Joseph A. Maciarello, 1994, Management Control Systems

Kemampuan suatu unit atau organisasi dalam melakukan suatu rencana dalam mencapai target dan dapat diukur dengan suatu satuan waktu dan ukuran tertentu  adalah performance, sedangkan kemampuan manajer  dalam melakukn pengendalian unit-unit dan sistem manajemen dalam mencapai target/gols suatu organisasi adalah menunjukan performance manajer .

Kemampuan/performance suatu perusahaan dapat diukur dengan metode, alat/tools baik yang bersifat akuntasi, input, proses, output maupun outcomenya.

Dalam hal ini penulis akan mencoba mengangkat “result control” salah satu tugas pokok Bappeda dalam penelitian RKA ( Rencana Kerja Anggaran) dari SKPD ( Satuan Kerja Perangkat Daerah) dalam pengajuan kegiatan-kegiatan yang dibiayai dari dana pemerintah (APBD, APBN dll)

Karena dalam tugas pokok fungsi Bappeda sebagai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang secara makro merencanakan pembangunan baik sektoral maupun spasial yang dituangkan pada dokumen perencanaan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) dan RPJM (Rencana Program Jangka Menengah) sedangkan dokumen perencanaan pembangunan tahunan disebut RKPD ( Rencana Kerja Pemerintan Daerah).

Selanjutnya oleh dinas/unit/SKPD akan mengajukan usulan kegiatan yang diikuti jumlah anggaran dan biaya untuk setiap sub-sub kegiatan. Pada “tahapan” inilah maka “pekerjaan”  dan merupakan “salah satu tugas pokok fungsi” Bappeda dapat mengendalikan manajemen “Result control” dalam konteks perencanaan pembangunan atau perencanaan program/kegiatan/sub kegiatan yang diajukan oleh SKPD.

Dalam meneliti dan klarifikasi RKA (Rencana Kerja Anggaran) pada SKPD Bappeda (Tim) menerapkan suatu NSPM (Norma Standart Pedoman Manual) baik yang ada pada Surat Keputusan Bupati dalam bentuk standart indek, maupun yang dituangkan dalam surat keputusan instansi terkait seperti kepress,kepmen.

Sehingga dengan demikian suatu rencana kegiatan sejak masih dalam tahap oerencanaan penyusunan RASK (Rencana Kerja Satuan Kerja) sudah dilakukan koreksi “result control” dengan menerapkan asas ifisiensi dan efektifitas rencana kegiatan.

Dari serangkaian kegiatan “result control” selanjutnya tentu diharapkan profitabilitas yang berupa output tercapai hasil yang maksimal demikian juga  outcome bagi masyarakat dan atau daerah dapat dicapai manfaat yang sebesar-besarnya.

 

Pengukuran performa.

Untuk pekerjaan “result control” yang dilakukan oleh Bappeda (Tim) dalam hal ini agak sulit untuk  dilakukan pengukuran pengukuran kinerja, hal ini disebabkan memang belum ada standart/ukuran kinerja yang dapat dipedomani.

Walaupun demikian penulis mengasumsikan “ukuran-ukuran” kinerja adalah jumlah anggaran yang “bisa diselamatkan” dan “sinergisitas” kegiatan-kegiatan yang dapat di “linked” dengan kegiatan pada program lainnya ataupun proses “regrouping” kegiatan yang sejenis.

Dengan regrouping kegiatan maka dapat dilakukan ifisiensi “biaya umum/administrasi kegiatan” dengan demikian input yang kecil pada “biaya umum/administrasi kegiatan: maka akan diperoleh keluaran ataupun output kegiatan yang maksimal.

Target performance.

Dari berbagai asumsi dan pengalaman instiusi penulis menganalogikan target performance dalam Sistem pengendalian manajemen dari aspek “result control” dalam bagaimana seorang “planer” dapat “membagi alokasi dana” yang telah diplafon dari masing-masing program dalam setiap kegiatan-kegiatan  yang diusulkan oleh SKPD. Sehingga target performance dapat dikatakan tercapai jika “alokasi plafon dana yang tersedia untuk membiayai suatu program” dapat digunakan untuk mendukung pembiayaan kegiatan-kegiatan yang urgen dan prioritas pada setiap program tersebut.

Sedangkan reward dan punishment dapat dilakukan kaitannya jika SKPD dalam pengusulan RKA pada tahun berikutnya “dapat” dipangkas sub-sub kegiatan yang “copy paste” pada tahun sebelumnya, RKA yang  tidak sesuai dengan RKPD dan atau yang tidak rasional, proposional ataupun output dan outcomenya tidak jelas/tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh SKPD pengusul kegiatan.

Sebaliknya jika SKPD pengusul dapat merencanakan keluaran, output, outcome dari  kegiatan pada RKA nya  dengan jelas, realistis serta sesuai dengan ukuran-ukuram NSPM (Norma Standart Pedoman Manual) yang diusulkan maka “planer” perencanaan pembangunan daerah dapat  memberikan penilaian bahwa kegiatan tersebut “layak/feasible” untuk dibiayai dan SKPD pengusul dapat segera difasilitasi kegiatan dalam RKA yang diusulkan ke tahapan lebih lanjut yaitu masuk pada APBD ( Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: