Oleh: jokobudisantoso | Juli 29, 2008

Relevansi Sistem Informasi Pada Kantor Bappeda Banyumas

Program Magister Manajemen

Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto

Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen

Dosen Ali Rokhman, Ph.D

Oleh Joko Budi Santoso NIM P CC   102/2007

 

Penerapan Sistem Informasi

 pada Kantor Bappeda Kabupaten Banyumas

 

Latar belakang

Pada era saat ini dimana dunia tehnologi informasi sudah sedemikian maju dan modern kita sebagai bagian dari masyarakat dan organisasi harus menyesuaikan dan memanfaatkan tehnologi informasi yang ada sekarang untuk keperluan pengembangan diri dan atapun pengembangan organisasinya. Dan  jika maka eksistensi unit kerja/organisasi kita menjadi terpinggirkan atau tidak mendapatkan keuntungan dari kondisi saat ini. Sebagai suatu unit organisasi non profit/pemerintahan maka dirasakan tehnologi sistem informasi juga menjadi sangat penting bagi Bappeda (Badan Perencanaan Pemabngunan Daerah). Dengan Penerapan Sistem Informasi yang use frenly dan tepat guna maka Bappeda dapat meningkatkan mutu layanan bidang pemerintahan/perencanaan pembangunan daerah. Dimana mutu layanan bidang pemerintahan merupakan salah satu indikator keberhasilan kinerja Kepala Daerah (Bupati).

Sebagai suatu Badan yang mempunyai tugas pokok fungsi sebagai perencana pembangunan daerah, maka data dan informasi merupakan suatu aspek yang sangat penting harus dimanage dengan baik. Karena arah dan skenario pembangunan akan dibawa ke skenario apa dan dalam waktu berapa lama target tersebut bisa dicapai sebagai perencana pembangunan sangat membutuhkan suatu data yang valid, cepat selanjutnya dapat dikelola menjadi suatu informasi yang penting dalam rangka penentuan arah pembangunan daerah dan dapat diakses oleh seluruh stakesholder.

Tinjauan pustaka

        Para tokoh dan ekspert dibidang Sistem Informasi berpendapat: Menurut Ali Rokhman, Ph.D Sistem Informasi Manajemen adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan yang berfungsi untuk pengumpulan, penyimpanan, dan pemrosesan data sehingga menghasilkan informasi.

Sedangkan menurut Gelinas, Oram, dan Wiggins (1990) Sistem informasi adalah suatu sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumpulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai. Demikian juga Alter (1992) berpendapat bahwa Sistem informasi adalah kombinasi antar prosedur kerja, informasi, orang, dan teknologi informasi yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan dalam sebuah organisasi.

Sistem informasi adalah kumpulan perangkat keras dan perangkat lunak yang dirancang untuk mentransformasikan data ke dalam bentuk informasi yang berguna Bodnar dan Hopwood (1993).

Jadi hampir semua pendapat mengandung anasir bahwa Sistem Informasi manajemen meliputi : perangkat keras, perangkat lunak, mekanisme dan prosedur, penyimpanan, pengolahan data menjadi informasi yang berguna untuk kepentingan unit organisasinya atau pihak lain dan sifatnya bertautan ”link”.

 

Output yang dihasilkan oleh Sistem Informasi

Di kantor Bappeda Sistem Informasi yang ada baru tahapan ”inisiasi” yaitu dengan adanya jaringan internet, LAN dan Web Bappeda. Namun pada tataran aplikasinya dan pemanfaatannya masih perlu dikembangkan terus serta harus ada yang ”membidangi” secara khusus agar data –data tentang pembangunan baik sosial, ekonomi, budaya, fisik prasarana dan tata ruang terus dikelola dan di ”upgrade” serta di ”link” kan dengan unit-unit dinas / lembaga teknis daerah.

Output yang dihasilkan dokumen perencanaan Rencana Program Jangka Panjang, Rencana Program Jangka Menengah. Rencana Kerja Pemerintah Daerah, Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) maupun data-data pendukungnya yang lebih spesifik yang bisa digunakan untuk kepentingan perencanaan, pemasaran dll. Sedangkan data-data yang dari dinas / lemtekda baik sosisal, budaya, fisik prasarana malah Bappeda belum dapat mengelola sendiri dan masih menjadi tugas pokok fungsi unit kerja lain ( Balitbangtelarda dan Statistik) .

Karena keterbatasan pada tugas pokok fungsi Bappeda yang tidak bisa mengelola data sendiri, maka secara kualitas data-data yang kita miliki dan keluaran adari sistem informasi yang ada masih belum bisa ”uptodate” dan seringkali karena tidak ada yang ”membidangi” data di Bappeda, maka Bappeda sendiri kadang kadang kesulitan untuk mendapatkan data-data series lima tahunan.

 

Hambatan dalam penerapan.

Ø      Secara kelembagaan tidak ada tugas pokok fungsi pada Bappeda yang membidangi masalah data, informasi dan pelaporan;

Ø      Sumberdaya pengembangan kurang terutama untuk level analist system;

Ø      Tidak adanya sumber dana yang cukup untuk pengembangan system informasi;

Ø      Masih mengganggap sistem informasi bukan suatu bidang yang penting dikalangan pemerintahan;


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: