Oleh: jokobudisantoso | Juli 23, 2008

Wanprestasi Panitia Lelang, terhadap Dokumen Kontrak

Hukum Bisnis ( Study Kasus Wanprestasi panitia lelang, terhadap Dokumen Kontrak menyebabkan Penyedia Barang/Jasa Merugi)_By. JBS
Latar Belakang
Kegiatan bisnis baik perdagangan barang, jasa maupun keduaanya sudah barang tentu memerlukan peraturan regulasi dalam rangka menjaga akan hak dan kewajiban dari masing-masing pihak yang bertransaksi. Hal ini merupakan suatu konsekuensi logis karena seringkali terjadi suatu pelanggaran, pengingkaran atau wan prestasi dan pemaksaan dari pelaku bisnis terhadap mitra bisnisnya atau bahkan kepada calon mitra bisnisnya misalnya pada iklan yang mengandung unsur ketidakjelasan ”makna” atau penipuan terselubung.
Penulis akan mengangkat satu permasalahan hukum yang terjadi antara pengguna barang/jasa dengan penyedia barang/jasa pada suatu proses pelelangan / tender pada instansi pemerintah.
Sebagaimana didalam Kepres Nomor 80 Tahun 2004 tentang Pengadaan Barang dan Jasa pada instansi pemerintah, maka seluruh mekanisme dan proses pelelangan sudah sangat jelas diatur mengenai : sistem, metode dan prosedur pelelangan baik untuk pengadaan barang dan jasa sehingga jika seluruh kaidah diatas (sistem, metode dan prosedur ) maka setidaknya*:
 Proses pelelangan akan berjalan lancar artinya tidak ada sanggahan baik substansi maupun prosedur;
 Penunjukan pemenang merupakan penyedia barang/jasa yang benar-benar mempunyai kualifikasi sesuai kebutuhan, memiliki kompetensi dan kemampuan dalam penyediaan barang/jasa yang dibutuhkan oleh pengguna barang/jasa;
 Barang/jasa yang sesuai dengan spesifikasi dan merupakan penawar yang terendah atau memberikan keuntungan bagi pengguna barang/jasa (dalam hal ini pemerintah);
Pada masalah yang akan kami angkat ini bukan kerena pelanggaran kepres, tetapi karen wanprestasi yang disebabkan oleh:
 Ketidak profesionalismenya Penggunan barang/jada dalam hal ini panitia lelang;
 Karena intervensi dari pihak luar;
 Karena merasa pihak yang lebih ”berkuasa”
 atau faktor-faktor lain (misalnya ”jago” nya tidak menang dll.
______________________________________________________
*Saya hanya bisa bilang setidaknya, karena sebenarnya walaupun pengguna barang sudah sudah melakukan seluruh kaidah diatas masih sangat mungkin tiga (3) hal diatas tidak akan tercapai, hal ini karena penyedia jasa ternyata melakukan kompromi/kolusi atau badan usaha yang diajukan pada pelelangan ternyata hanya santu group/satu pemilik. Demikian juga walaupun secara prosedural administrasi pengguna barang/jasa (panitia dan Kuasa Pengguna Anggaran) telah melaksanakan prosedur adminstrasi, tetapi ternyta mereka telah men ”setting” dengan salah satu penyedia barang/jasa sehingga sudah dapat dipastikan yang akan menang pada pelelangan tersebut badan hukum/rekanan tertentu.

Permasalahan.
Sebagaimana halnya dengan usaha komersial/bisnis lainyya, maka dunia usaha yang bergerak pada penyedia barang/jasa di insttansi pemerintah tentau mempunya tujuan untuk mendapatkan profit margein yang sebesar-besarnya.
Namun ternyata pada prakteknya dunia usaha yang bergerak pada penyedia barang/jasa di instansi pemerintah seringkali menghadapi segudang permasalahan hukum bisnis yang seringkali karena dengan permasalahan tersebut dapatb mengurang profitnya atau bahkan tidak mendapatkan keuntungan atau bahkan malah merugi.
Kasus hukum bisnis dalam hal ini terjadi karena Panitia Lelang telah memaksakan kepada pihak penyedia barang/jasa (Penyedia Jasa Cleaning servise) untuk menandatangani Kontrak Perjanjian Kerjasama yang mana salah satu pasal dalam perjanjian tersebut pihak penyedia jasa keberatan karena pasal tersebut memang tidak ada didalam dokumen pelelangan maupun penambanhan ketika aanwijzing pekerjaan. Karena substanasi pasal yang dimasukan didalam perjanjian kerjasama itu sangat memberatkan pada penyedia jasa anatara lain:
 Aspek Hukum, penyedia jasa dipaksa untuk bersedia menandatangani Surat Perjanjian kErjsama yang secara Hukum dapat menyebabkan posisi dan kondisi Perusahaan penyedia jasa menjadi lemah dihadapan pengguna jasa maupun dihadapan karyawan;
 Aspek finansial, yaitu penyedia jasa harus membayar gaji karyawan walaupun terjadi keterlambatan pembayaran dari pengguna jasa sehingga ;
 Aspek tanggung jawab moral kepada karyawan karena pihak pengguana jasa dapat membenturkan antara penyedia jasa dengan karyawannya;
Sampai akhirnya karena sesuai dengan ketenmtuan didalam dokumen pelelangan bahwa penyedia jasa dapat mengajukan uang muka yang berarti penyedia jasa dapat memperoleh uang muka sebelum pekerjaan dilaksanakan tetapi kenyataanya karena proses negisiasi yang alat dan bahkan buntu maka samapai pada pekerjaan berjalan 18% ( 1 bulan ) masih belum ”clear” hal ini tentu sangat merugikan pihak penyedia jasa.
Dari permasalahan hukum bisnis diatas maka dapat diberikan saran sebagai berikut:
1. Penyedia jasa dapat menolak menandatangani perjanjian dan dengan sendirinya pekerja dapat dihentikan untuk tidak bekerja ;
2. Penyedia jasa dapat mengadukan kepada pengguna jasa Cq Kuasa Pengguna Anggaran agar dapat meluruskan sikap Panitia untuk tidak memaksakan substansi yang ada dalam perjanjian yang ditolak oleh penyedia jasa;

Kesimpulan.
Perlu dilakukan pengawasan terhadap Panitia Lelang dan atau oleh Pengguan jasa akan keterlambatan kinerja agar tidak merugikan penyedia jasa sebagai mitra kerja penguna jasa (Pengguna Anggaran). Untuk langkah preventif maka penunjukan personil didalam panitia lelang harus orang-orang yang kompeten dibidangnya serta memiliki integritas dan moralitas yang baik demi kelancaran tugas dan tanggung jawab publik

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: